Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Sebesar 10%, 30% Dan 100%

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan – Program BPJS dari pemerintah memang sangat membantu masyarakat Indonesia. BPJS atau badan penyelenggara jaminan sosial. BPJS dibagi menjadi dua yaitu bpjs kesehatan yang dulu bernama askes (asuransi kesehatan) dan bpjs ketenagakerjaan yang dulu bernama jamsostek (jaminan social tenaga kerja). Bpjs kesehatan dikhususkan untuk masyarakat umum sedangkan bpjs ketenagakerjaan digunakan oleh para karyawan.

Untuk kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas mengenai syarat mencairkan bpjs ketenagakerjaan. Masih banyak orang yang tidak tahu cara mencairkan bpjs ketenagakerjaanya. Apalagi selalu ada perubahan-perubahan yang lebih baik di bpjs ketenagakerjaan jaminan hari tua.

Sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan, anda harus selalu update. Hal ini dikarenakan bpjs ketenagakerjaan selalu mengalami perubahan beberapa syarat-syarat untuk memperbaikinya menjadi lebih bagus. Saat ini pengambilan saldo JHT bisa diambil semua tanpa menunggu masa kepesertaan anda habis. Kalau dulu anda bisa mengambil uang anda setelah 10 tahun atau setelah masa kepesertaan habis atau pada saat anda berumur 56 tahun.

Hal ini sudah tertulis dalam peraturan pemerintah No 46 tahun 2015. Menurut peraturan pemerintah No 60 tahun 2015, ada beberapa syarat pengambilan saldo JHT sebanyak 10%, 30% dan 100%. Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa syarat yang harus anda penuhi.

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Syarat Klaim JHT 10% Dan 30%

Syarat mencairkan bpjs ketenagakerjaan klaim saldo jht yang 10% dan 30% memang ada perubahan dibandingkan syarat yang sebelumnya. Awalnya pengambilan saldo BPJS JHt 10% dan 30% hanya bisa dilakukan untuk peserta BPJS ketenagakerjaan yang sudah mencapai 10%. Tetapi saat ini pencairan saldo JHT sebesar 10% dan 30% bisa dilakukan oleh para peserta bpjs yang masih aktif bekerja di suatu perusahaan. Untuk syarat kepesertaannya masih sama yaitu 10 tahun. Anda tidak bisa menggunakan semua syarat pencairan.

Baca juga:  Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Terbaru dan Sistemnya

Anda harus memilih salah satunya saja. Untuk pencairan sebanyak 10% akan digunakan untuk biaya pension dan pencairan sebanyak 30% untuk perumahan. Syarat klaim pencariannya memang cukup rumit. Jika anda sudah mencairkan saldo bpjs ketenagakerjaan yang 10% dan 30%, maka anda tidak bisa mengkalim saldo secara bertahap lagi.

Nanti setelah anda mencairkan saldo sebesar 10% dan 30%, tahapan terakhir adalah mencairkan saldo jht sebesar 100% atau pencairan penuh. Pencarian klaim 100% bisa dilakukan setelah peserta bpjs ketenagakerjaan berhenti dari bekerja selama 1 bulan. Untuk mencairkan dana tersebut ada beberapa syarat yang harus anda penuhi.

Kelengkapan Dokumen Untuk Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Ada beberapa Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dokumen yang harus anda penuhi untuk mencairkan klaim bpjs ketenagakerjaan. Ada dua syarat utama yang haru dipenuhi yaitu sudah terdaftar sebagai peserta bpjs ketenagakerjaan selama 10 tahun dan masih bekerja aktif di sebuah perusahaan. Lalu anda tinggal memenuhi beberapa dokumen dan langsung datang ke kantor bpjs ketenagakerjaan daerah anda, Dokumen untuk mencairkan saldo bpjs ketegakerjaan 10% dan 30% yaitu:

  1. Syarat Klaim Saldo BPJS Ketenagakerjaan 10%
  2. Fotocopy Pasport atau KTP beserta menunjukan aslinya.
  3. Fotocopy kartu BPJS ketenagakerjaan beserta menunjukkan aslinya.
  4. Surat keterangan dari perusahaan bahwa masih aktif bekerja.
  5. Fotocopy kartu keluarga dan menunjukkan aslinya.
  6. Fotocopy buku rekening tabungan dan menunjukan aslinya.

Semua syarat tersebut harus anda bawah beserta yang aslinya. Untuk jumlah fotocopynya cukup satu lembar setiap persyaratannya.

Syarat Klaim Saldo BPJS Ketenagakerjaan 30%

Saldo bpjs ketenagakerjaan sebesar 30% digunakan untuk biaya perumahan, Jadi syaratnya memang lebih banyak dibandingkan klaim saldo bpjs ketenagakerjaan sebesar 10% yang untuk biaya pension. Dokumen yang harus anda persiapkan antara lain:

  1. Fotocopy passport atau KTP dan menunjukkan aslinya.
  2. Fotocopy kartu BPJS ketenagakerjaan dan membawah aslinya.
  3. Surat keterangan dari perusahaan bahwa anda masih aktif bekerja.
  4. Fotocopy kartu keluarga dan menunjukan aslinya.
  5. Fotocopy buku tabungan dna menunjukkan aslinya.
  6. Fotocopy dokumen perusahaan dan menunjukan aslinya.
Baca juga:  Prosedur Klaim BPJS Kesehatan Gratis, Ini dia Caranya!

Jika anda sudah memenuhi syarat mencarikan bpjs ketenagakerjaan, anda tinggal datang langsung ke kantor bpjs terdekat di kota anda. Ketika anda mengambil saldo bpjs ketenagakerjaan 10% dan 30%, anda akan dikenai biaya pajak progresif. Besarnya pajak progesif sekitar 5% sampai 30%. Jika saldo bpjs ketenagakerjaan anda dibawah 50 juta, dikenai pajak 5%. Jika saldo bpjs ketenagakerjaan antara 50 juta sampai 250 juta dikenai pajak 15%. Jika saldo bpjs ketenagakerjaan antara 250 juta sampai 500 juta dikenai pajak sebesar 25% dan jika saldo anda lebih dari 500 juta, anda akan dikenai pajak 30%.

Tetapi jika anda tidak pernah mencairkan saldo selama 10 tahun, pada saat anda mencairkan saldonya hanya dikenai pajak 5% saja. Pajak progesif ini akan langsung dikurangi dari jumlah dana yang akan anda ambil. Lalu bagaimana syarat pengambilan dana bpjs 100%. Penjelasanya akan lebih lengkap dibawah ini.

Syarat Klaim BPJS Ketenagakerjaan 100%

Menurut peraturan pemerintah yang dikeluarkan pada 1 september 2015, sekarang untuk mencairkan dana 100% anda tak perlu menunggu sampai usia 56 tahun atau sampai masa kepesertaan bpjs anda selesai. Syarat mencairkan bpjs ketenegakerjaan ini lebih mudah. Satu bulan setelah anda berhenti bekerja, anda bisa langsung mencairkan dana bpjs ketenagakerjaan anda. Tetapi jika anda masih bekerja, syarat pencairannya tetap berlaku syarat 10% untuk pensiun, 30% biaya perumahan dna 100% pada saat anda berumur 56 tahun.Ada beberapa kelengkapan dokumen yang harus anda penuhi untuk mencairkan dana bpjs 100%.

Baca juga:  Program BPJS Dan Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Online

Jika anda ingin mencairkan saldo bpjs ketenagakerjaan 100% berarti anda harus berhenti bekerja dulu. Entah itu karena phk dari perusahaan atau atas kemauan sendiri. Dokumen yang harus anda persiapkan antara lain paklaring, kartu bpjs ketenagakerjaan, kartu keluarga, KTP, passport atau sim dan buku tabungan.. semua dokumen tersebut harus anda fotokopy masing-masing satu lembar. Untuk dokumen aslinya tetap harus dibawah ketika anda mencairkan dana bpjs ketenagakerjaan.

Jika semua dokumen sudah anda persiapkan, tinggal menuju ke kantor cabang bpjs ketenagakerjaan di kota anda. kemudian isilah formulir klaim pencarian, mengisi surat keterangan tidak bekerja dari perusahaan, foto, panggilan wawancara, ceklis semua kelengkapan berkas dan nantinya saldo akan langsung ditransferkan ke rekening bank milik anda.

Penutup

Itulah sedikit informasi terbaru mengenai Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Jika anda masih bekerja berarti anda bisa mencairkan saldo 3 kali yaitu 10%, 30% dan 100%. Tetapi jika anda sudah berhenti bekerja, anda bisa langsung mencairkan dana sebesar 100% tanpa harus menunggu umur 56 tahun. Perubahan persyaratan akan terus berkembang dan berganti.

Jadi anda harus selalu update informasi mengenai bpjs ketenagakerjaan. Ingat selalu gunakan uang bpjs dengan bijak, supaya bisa membantu masa tua dan perlindungan anda. jangan gunakan uang bpjs untuk hal-hal yang tidak berguna. Sekian artikel kali ini, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Pencarian:

    cara pencairan bpjs 30%, cara pencairan Jht 30%, syarat pencairan bpjs ketenagakerjaan 10%

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Sebesar 10%, 30% Dan 100% | Tonny | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *