Strategi Lengkap untuk Membangun Toko Online Sukses

toko online sukses

Bingung mencari kesempatan bisnis modal kecil yang terbuka untuk siapa saja? Toko online bisa menjadi pilihan. Akses internet dan kepemilikan ponsel murah yang semakin luas memudahkan siapa saja untuk memulai bisnis dengan cara ini.

Data BKPM menunjukkan bahwa total investasi ecommerce selama dua tahun terakhir berjumlah sekitar 10 milyar Rupiah. Hal ini menunjukkan potensi toko daring yang semakin besar. Akan tetapi, Anda tetap membutuhkan strategi untuk memulainya.

Berikut adalah strategi lengkap membangun bisnis daring berupa lapak digital yang bisa Anda coba.

Memilih Produk untuk Toko Online

Pemasar sukses tidak selalu menjual produk yang aneh atau “hanya satu-satunya”. Anda bisa menjual barang yang sudah umum, tetapi membidik target pemasaran yang tepat. Anda juga harus bisa menyediakan, mengelola, serta mengembangkan produk secara konsisten.

Lakukan riset untuk menentukan produk yang bisa Anda jual. Bidik sasaran pemasaran yang spesifik sebagai langkah awal. Misalnya, jika Anda ingin menjual kue kering, bidik calon pelanggan di kota sendiri untuk memudahkan pemesanan, suplai, dan pengantaran.

Jika belum pernah berjualan, ajukan beberapa pertanyaan penting untuk menentukan produk dan “identitas” toko Anda, yaitu:

  • Apakah barang yang Anda jual sudah banyak tersedia? Jika ya, nilai lebih apa yang bisa Anda tawarkan kepada calon pembeli?
  • Motivasi apa yang akan mendorong orang untuk membeli produk Anda? Apa yang mereka cari dan solusi apa yang bisa toko Anda berikan?
  • Apa karakteristik (usia, latar belakang, gender, pendidikan, lokasi) target pemasaran Anda?
  • Bagaimana tingkat penghasilan serta kebiasaan belanja target Anda? Apakah mereka tipe yang mudah mengeluarkan uang banyak untuk produk premium? Atau mungkin mereka mementingkan harga murah?
  • Bagaimana Anda mendapatkan suplai produk? Adakah pemasok yang dapat dipercaya? Apa solusinya jika pasokan normal Anda terhambat?

Pikirkan juga potensi toko Anda terkait tujuan bisnis. Apakah Anda ingin mengembangkan toko menjadi bisnis besar? Apakah Anda cukup puas dengan toko kecil yang memberi keuntungan konsisten? Jika semua sudah terjawab, Anda siap membuka toko.

Menentukan Situs Ecommerce Ideal untuk Toko

Blog gratisan atau jejaring sosial populer sebagai tempat berjualan. Akan tetapi, jika ingin serius mengembangkan bisnis, Anda harus keluar modal untuk membuat situs khusus untuk berjualan. Salah satunya dengan menggunakan situs profesional khusus untuk ecommerce.

Situs ecommerce mungkin menuntut Anda mengeluarkan modal di awal, namun harga tersebut akan tergantikan dengan kemudahan yang ditawarkan. Ada beberapa keuntungan menggunakan situs ecommerce profesional untuk toko, yaitu:

  • Desain profesional

Desain situs ecommerce sudah diatur agar terlihat “bersih” dan profesional, cocok untuk meyakinkan kualitas penjual pada calon pembeli.

  • Sistem pengelolaan stabil

Jika Anda mengelola situs sendiri, Anda bergantung pada layanan hosting terpisah yang risikonya cukup besar. Situs ecommerce memiliki sistem pengelolaan serta layanan hosting terpadu, sehingga lebih meyakinkan.

  • Pemberian jaminan keamanan

Serangan siber adalah salah satu masalah umum dalam bisnis daring. Situs ecommerce menanggulanginya dengan memberi sistem serta jaminan keamanan.

  • Fitur khusus untuk berjualan

Situs ecommerce memiliki fitur-fitur bawaan yang dirancang untuk mendukung penjualan. Misalnya, ada fitur transaksi, belanja, hingga diskusi dan pengaduan.

  • Pengelolaan mudah

Sistem pengelolaan situs ecommerce memiliki sistem yang mudah dipelajari. Anda tidak perlu memiliki latar belakang khusus untuk mengelola situs semacam ini.

Baca juga:  9 Peluang Usaha Paling Memungkinkan bagi Ibu Rumah Tangga

Contoh situs ecommerce terkenal adalah Shopify, Squarespace, GoDaddy, dan WIX. Dengan situs-situs ini, Anda bisa menentukan desain dan tampilan toko sendiri, sehingga terlihat berbeda dari penjual lain.

Anda juga bisa menggunakan WordPress Business. Walau membutuhkan tingkat keahlian lebih tinggi, WordPress memberi kebebasan untuk modifikasi. WordPress juga memiliki banyak plugin untuk ecommerce, seperti WooCommerce, MemberPress, dan Cart66.

Menentukan Domain Toko

Jika Anda membuka toko daring, nama domain sama pentingnya dengan nama toko. Banyak orang membuat nama domain yang sama dengan merek produknya. Misalnya, domain Tulisan.com adalah situs tas merek Tulisan, dan B-Yo.com adalah milik merek Byo.

Pengecualian terjadi jika Anda menjual produk-produk yang mereknya sudah paten, tetapi bukan atas nama Anda. Menaruh merek di dalam nama domain berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Berikut beberapa tips untuk memilih nama domain yang tepat:

  • Pilih kode negara yang tepat

Domain dengan akhiran .com cocok untuk semua jenis situs komersial, terutama jika Anda berencana menjual ke luar negeri. Akan tetapi, jika mengejar konsumen lokal, pastikan menggunakan kode yang tepat, misalnya co.id untuk Indonesia.

  • Bermainlah dengan kombinasi dan kata kunci

Jika tidak bisa menggunakan merek, pilih kombinasi kata menarik tetapi masih terkait dengan produk. Selipkan kata kunci relevan jika memungkinkan, contohnya seperti TokoTasRajut.com atau KueKeringBellarossa.com.

  • Pilih nama unik agar menonjol

Anda bisa memilih domain unik agar berbeda dari penjual serupa lain. Misalnya, Roemah Spocut (RoemahSpocut.com) menjual sepatu lukis, walau nama toko dan domainnya tidak mengandung kata tersebut.

  • Hindari kombinasi kata sulit

Walau memilih nama unik, pastikan ejaannya tidak terlalu sulit. Hindari kata-kata janggal dengan terlalu banyak konsonan. Hindari juga kehadiran angka di nama domain jika memungkinkan.

  • Buat nama domain fleksibel

Jika Anda berencana mengembangkan bisnis, atau ingin membuka kemungkinan perubahan arah usaha, pilih nama domain fleksibel. Hal ini memungkinkan Anda untuk memodifikasi nama tanpa mengubahnya dengan terlalu drastis.

Situs ecommerce seperti Shopify dan Squarespace membantu pengguna menemukan dan membeli nama domain. Jika memiliki domain khusus, toko Anda akan mendapat kepercayaan lebih dari calon pembeli.

Menentukan Tampilan Depan Toko

Tampilan depan toko menentukan apakah pengunjung akan terus menjelajah atau tidak. Selain memilih desain profesional, Anda juga harus menyesuaikan desain dengan sifat produk. Hal ini akan membantu pengunjung mengingat toko tersebut.

Walau bukan desainer profesional, Anda masih bisa memilih desain dan template tepat di situs ecommerce. Berikut beberapa tips menentukan tampilan depan toko yang sesuai:

  • Tentukan fitur yang Anda butuhkan

Tentukan semua fitur yang bisnis Anda perlukan, misalnya keranjang belanja, keanggotaan, dan katalog. Buat daftar lengkap agar Anda bisa menyelipkan semuanya.

  • Tentukan kata sifat yang terkait bisnis Anda

Jika Anda menjual barang mahal, kata “eksklusif” akan terbayang. Barang untuk anak muda identik dengan “trendi”. Produk untuk anak biasanya “lucu” atau “warna-warni”. Gunakan patokan kata-kata ini untuk memilih tampilan situs.

  • Sesuaikan gambar dan teks dengan jenis toko

Sifat toko (seperti poin sebelumnya) menentukan tampilan depan situs. Toko barang mahal biasanya menonjolkan gambar berkualitas tinggi. Produk dengan fitur rumit menyeimbangkan gambar dan kata untuk memberi penjelasan pada pengunjung.

  • Tampilkan hal-hal penting di awal

Pengunjung situs biasanya akan pergi dalam 10 hingga 20 detik jika tidak menemukan yang mereka cari. Pastikan tampilan toko langsung menunjukkan hal penting, seperti beberapa produk unggulan, harga, promo, dan tautan ke katalog.

Baca juga:  Dropshipping, Peluang Usaha Menjanjikan Beromzet Puluhan Juta
  • Buat header yang menonjol

Anda bisa menggunakan paduan gambar besar dan merek untuk menciptakan header yang menarik perhatian. Ada juga penjual yang menaruh merek di atas gambar header. Apapun pilihan Anda, pastikan nama serta “pesan” toko tampil menonjol.

  • Hindari fitur yang tidak perlu

Fitur khusus seperti animasi atau slideshow tidak selalu cocok untuk toko. Jika tidak diperlukan, fitur-fitur ini akan mengganggu serta membuat situs menjadi “berat”. Hindari godaan untuk menambah fitur yang tidak diperlukan.

Jika Anda menggunakan situs ecommerce, gunakan fitur penyaringan (filter) untuk menentukan tema desain yang cocok. Desain di situs-situs ini biasanya sudah tepat untuk bisnis, tetapi karakteristiknya mungkin berbeda untuk setiap kebutuhan.

Menentukan Warna Dominan Situs Toko

Tahukah Anda bahwa warna situs ikut menentukan kualitas pengalaman pengunjung toko daring? Menurut data KissMetrics, 85 persen pembelanja tertarik pada suatu merek karena skema warnanya. Memilih warna desain yang tepat bisa mendukung kesuksesan situs.

Warna apa yang tepat untuk toko Anda? Berikut beberapa panduan untuk warna-warna populer dalam desain produk:

  • Hijau

Hijau identik dengan hal-hal terkait alam, produk kesehatan “alami”, serta uang dan kekayaan. Warna hijau terkesan menenangkan serta memberi kepercayaan. Warna ini cenderung diterima oleh wanita maupun pria.

Contoh pada merek: Animal Planet, Whole Foods, Spotify, The Body Shop

  • Merah

Merah mencerminkan sifat agresif dan dorongan kuat, serta menimbulkan kesan “urgensi”. Hal ini bisa memicu orang untuk berpikir bahwa produk tersebut harus segera dibeli. Merah juga menimbulkan reaksi emosional kuat dan nafsu makan.

Contoh pada merek: Coca Cola, AirAsia, Wendy’s, McDonald’s

  • Kuning

Kuning memberi kesan ceria, cocok untuk produk yang mencerminkan kemudaan, sifat aktif, optimisme, serta kegembiraan. Kuning digunakan untuk menarik perhatian, tetapi karena cukup menyolok mata, penggunaannya sebaiknya dibatasi.

Contoh pada merek: National Geographic, Post-It, Cheerios, IKEA

  • Biru

Biru memberi kesan menenangkan, netralitas, serta profesionalitas. Warna biru gelap terutama memberi kesan bahwa penggunanya “bisa dipercaya”. Cocok untuk situs terkait layanan jasa, teknologi, kesehatan, dan keamanan.

Contoh pada merek: Dell, PayPal, Oral-B, Skype

  • Hitam

Hitam memberi kesan tangguh, elegan, profesionalitas, dan kemewahan. Warna hitam biasanya digunakan sebagai latar belakang atau aksen.

Contoh pada merek: L’Oreal, Chanel, Gucci, New York Times

Cara “aman” menggunakan warna untuk toko adalah dengan menggunakannya sebagai aksen. Latar belakang putih memudahkan pengunjung berbelanja, tetapi warna aksen seperti pada huruf, header, serta menu menciptakan kesan unik.

Warna juga bisa Anda gunakan untuk memberi penekanan pada hal-hal penting di situs. Gunakan warna menyolok untuk bagian yang mendorong pengunjung untuk membeli (call to action). Gunakan juga warna dominan untuk menandai informasi penting seperti promo.

Tambahkan Produk pada Toko Secara Tepat

Anda membutuhkan foto produk berkualitas tinggi yang dipotret dengan baik. Pastikan semua bagian penting produk terlihat, dan hindari resolusi foto yang terlalu rendah. Jika perlu, siapkan beberapa foto untuk memotret produk dari berbagai sisi.

Ketika memasukkan produk ke katalog situs, pastikan semua informasi penting menjadi hal pertama yang terlihat. Hal tersebut termasuk:

  • Nama produk

Gunakan paduan merek, kelompok produk, serta nama produk secara lengkap. Pastikan jangan lebih dari 76 karakter. Misalnya, jika Anda menjual sepatu lukis merek A, buat nama produk seperti X Sepatu Lukis Motif Bunga (Size 36).

  • Deskripsi produk

Anda bisa membuat deskripsi yang sedikit berbumbu, tetapi pastikan isinya langsung ke sasaran. Deskripsikan produk secara umum, rincian khusus (ukuran, fitur, tujuan penggunaan), dan sedikit gambaran tentang cara penggunaan.

  • Harga
Baca juga:  Update! Ini 11 Artis Terkaya di Indonesia Tahun 2018

Harga bisa ditaruh langsung di bawah deskripsi atau nama produk. Gunakan jenis huruf dan warna teks berbeda agar mudah terlihat.

  • Informasi berat, dimensi, atau ukuran

Informasi terkait berat, dimensi, atau ukuran (misalnya untuk produk digital yang harus diunduh) penting bagi pengunjung. Hal ini terkait biaya pengiriman, penggunaan, serta kapasitas penyimpanan.

  • Informasi khusus

Ketik deskripsi terkait garansi, syarat pembelian, tips pemakaian, serta informasi penting lain yang sifatnya tambahan di bagian bawah.

Anda bisa menyelipkan tautan ke produk serupa di bagian bawah hal-hal penting tersebut. Anda juga bisa menggunakan strategi Amazon, yaitu memberi rekomendasi produk lain untuk dibeli bersama produk yang dideskripsikan.

Tambahkan Layanan dan Informasi Pengiriman

Jika Anda mengirim produk sendiri, infokan dengan jelas alamat asal pengiriman. Hal ini untuk memberi gambaran ongkos kirim yang harus dibayar. Infokan juga ketentuan atau batasan soal pengiriman (misalnya jika Anda tidak mengirim ke wilayah tertentu).

Tentukan pilihan harga pengiriman. Anda bisa memilih lebih dari satu, tergantung jenis bisnis. Ada beberapa tipe ongkos kirim (ongkir) yang bisa Anda tawarkan, yaitu:

  • Ongkos rata (flat rate)

Tipe ini memberi tarif rata untuk semua jenis pengiriman. Cocok untuk toko yang menjual banyak produk serupa.

  • Ongkos variatif tergantung produk (real-time quote)

Tipe ini yang paling banyak ditemukan, karena ongkos ditentukan oleh dimensi produk dan tujuan pengiriman. Cocok untuk toko yang menjual banyak barang berbeda.

  • Gratis ongkos kirim dengan persyaratan tertentu

Tipe ini cocok untuk toko yang menjual produk premium atau mahal. Anda bisa menggunakannya sebagai sarana promosi untuk menarik pelanggan baru.

  • Ongkos sesuai harga (price-based quote)

Tipe ini menawarkan potongan ongkos kirim dengan jumlah pembelian tertentu. Biasanya cocok untuk menjaga kesetiaan pembelanja rutin.

Jika Anda memilih tipe ongkos kirim yang menguntungkan pembeli, pastikan menghitung ketersediaan biaya untuk melakukannya. Misalnya, jika sebagian besar produk Anda berharga sangat murah, penawaran ongkir gratis justru akan merugikan.

Untuk jasa pengirimannya, Anda bisa bekerja sama dengan jasa kurir lokal terpercaya. Gunakan paling tidak dua jasa kurir terkenal serta satu institusi pemerintah (misalnya Pos Indonesia). Hal ini untuk memberi alternatif bagi pembeli di area yang layanannya terbatas.

Promosikan Toko

Setelah toko jadi, gunakan berbagai saluran promosi untuk “menyebarkan” informasinya. Anda sebaiknya membuat akun Facebook, Instagram, dan Twitter resmi untuk keperluan promosi. Gunakan nama dan logo toko untuk semua akun tersebut.

Keuntungan menggunakan Facebook dan Instagram adalah adanya fitur untuk bisnis. Anda bisa menggunakan Facebook Ads dan Instagram for Business untuk mempromosikan toko. Twitter memudahkan Anda untuk membagikan promosi kilat dan info baru.

Anda juga bisa aktif dalam forum khusus pengusaha digital atau pemilik UKM. Jika toko Anda berkaitan dengan atar belakang khusus atau membidik kaum profesional, Anda bisa membuka akun LinkedIn.

Membuat blog toko juga penting untuk promosi jangka panjang. Isi blog tersebut dengan artikel-artikel orisinal yang isinya berkaitan dengan bisnis Anda. Selipkan kata-kata kunci serta tautan menuju produk yang Anda jual.

Kesimpulan

Membuka toko online memberi Anda kesempatan untuk berbisnis, tanpa menuntut latar belakang formal atau pengalaman tertentu. Situs ecommerce memberi kemudahan dalam membuat situs toko sendiri. Pastikan mengikuti panduan tepat agar toko Anda bisa bersaing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*