Serba-Serbi Situs Jual Beli yang Perlu Diketahui

situs jual beli

Tahukah Anda bahwa transaksi jual beli online pertama terjadi saat album Sting ‘Ten Summoner’s Tales’ terjual pada tahun 1994 melalui NetMarket di Amerika Serikat?

Sejak saat itu, pertumbuhan internet sebagai saluran belanja yang aman terus meningkat. Berbagai jenis barang diperdagangkan melalui situs jual beli, seperti coklat, wine, dan bunga. Namun, pada tahun-tahun tersebut, hanya ada sedikit toko online yang memiliki target pasar spesifik.

Seiring perkembangan internet, belanja online pun merambah ke semua kalangan. Kehadiran Amazon.com dan eBay pada tahun 1995 mampu mengubah cara masyarakat dunia berbelanja. Situs Taobao dan Tmall dari Alibaba yang muncul pada tahun 2003 dan 2008 juga sukses membangun platform e-commerce sebagai tempat belanja online andalan.

Di Indonesia, angka jual beli online melejit dalam beberapa tahun terakhir. Data dari hasil riset Google dan Temasek pada 2018, Indonesia berada pada posisi teratas untuk nilai transaksi e-commerce di antara negara ASEAN. Pada tahun 2015, nilainya mencapai US$1,7 miliar, akan meningkat 94% di tahun 2018 menjadi US$12,2 miliar, dan diproyeksikan naik hingga US$53 miliar pada tahun 2025.

Hal tersebut tidak lepas dari situasi sosial masyarakat yang mampu menghadapi revolusi dunia digital secara responsif. Beberapa faktor penyebabnya antara lain, penetrasi pemakai smartphone yang tinggi, daya beli masyarakat meningkat, dan bagaimana masyarakat mampu mengadopsi teknologi secara cepat.

Dengan pasar yang besar, prospek situs jual beli online memang menjanjikan. Sekalipun kini sudah banyak platform e-commerce, industri ini tetap akan hidup selama internet masih menghubungkan penjual dan pembeli. Menarik untuk kita telisik bagaimana kehadiran e-commerce Indonesia sukses mengubah cara belanja masyarakat menjadi lebih modern.

Situs Jual Beli Online

E-commerce merujuk pada penjualan dan pembelian barang menggunakan internet. Pembayaran umumnya dilakukan dengan transfer sejumlah uang pada penjual untuk penyelesaian transaksi. Berdasarkan hubungan transaksional antara pebisnis dan konsumen, ada lima tipe situs jual beli yang umum dijumpai saat ini.

Business to Consumer (B2C)

Perusahaan menjual barang atau jasa langsung pada konsumen individu, mirip dengan perdagangan ritel konvensional. Tipe situs seperti ini lebih dinamis dan mudah berkembang, tetapi juga bisa menyebar terlalu cepat dan tidak merata, atau malah berhenti akibat kurang berhasil menarik pasar.

Faktor pembeli digital yang sudah melek teknologi, dengan kemudahan akses berbelanja online melalui smartphone, menjadi salah satu penyebab mengapa situs seperti ini berkembang sangat pesat. Kehadiran toko atau mal virtual di internet membuat konsep B2C lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Jenis situs seperti ini umumnya dilakukan oleh pebisnis yang betul-betul serius mengelola bisnis dan mengalokasikan sumber daya khusus untuk pengelolaan situs. Contoh situs B2C yang familier adalah Berrybenka, Tiket.com, Bhinneka, Zalora, dan Hijup.

Business to Business (B2B)

Perusahaan menjual langsung barang atau jasa kepada perusahaan lain. Pedagang tradisional dan produsen lazim menggunakan situs jenis ini. Beberapa contoh situs B2B antara lain Bizzy dan Mbiz. Bizzy adalah situs jual beli berkonsep B2B pertama di Indonesia. Mereka menawarkan solusi bagi perusahaan yang mencari pengadaan terkait suplai barang dan jasa untuk bisnisnya.

Sementara, Mbiz adalah platform digital procurement yang hadir untuk menyederhanakan proses pengadaan barang atau jasa tradisional melalui sistem e-procurement. Semua prosedur pengadaan yang rumit bisa dilakukan dalam satu platform, sehingga prosesnya lebih efektif dan efisien.

Consumer to Consumer (C2C)

Konsumen menjual barang atau jasa langsung kepada konsumen lain. Transaksi elektronik antarkonsumen ini sering melibatkan pihak ketiga sebagai penyedia platform online atau disebut marketplace.

Contoh situs C2C yang sudah dikenal adalah Bukalapak, Tokopedia, dan Lamido. Konsumen yang bertindak sebagai penjual bisa langsung memperdagangkan barang atau jasa yang dimiliki melalui situs tersebut. Namun, ada pula situs C2C yang mewajibkan penjual melakukan verifikasi sebelum mulai bertransaksi, seperti Elevenia dan Blanja.

Consumer to Business (C2B)

C2B merupakan pembalikan proses transaksi jual beli barang atau jasa secara tradisional. Di sini konsumen menjual produk atau jasa kepada perusahaan atau organisasi. Konsumen bisa berupa individu atau perorangan, maupun sekelompok individu yang memakai platform tertentu untuk menawarkan jasa atau produk pada perusahaan.

Contoh situs jual beli yang dimaksud adalah GetCraft, sebuah marketplace untuk menjembatani kreator konten dengan brand dari berbagai perusahaan. Ada pula iStock Photo, yakni platform yang menjual foto bebas royalti, media, gambar, dan elemen desain lainnya untuk dipakai secara komersil.

Online-to-Offline (O2O)

O2O merupakan situs yang bekerja dengan menarik pelanggan secara online dan membawa pelanggan ke toko fisik. Konsumen dapat dijangkau melalui email, iklan internet, atau promo di media sosial. Lalu, dengan berbagai pendekatan, pebisnis berusaha mengajak pelanggan untuk datang ke toko fisik.

Memang, e-commerce bisa menggantikan banyak aspek dari kegiatan ritel konvensional. Namun, ada unsur pembelanjaan fisik yang belum mampu direplikasi dalam jual beli online. O2O berusaha mengintegrasikan anatar e-commerce dan belanja fisik atau offline tersebut.

Pernahkah Anda memanfaatkan kupon potongan harga dari situs seperti MyFave atau Groupon untuk mendaftar anggota pusat kebugaran? Berarti Anda tengah memakai layanan O2O. Contoh lain adalah layanan transportasi online seperti GoJek dan Grab.

Ada pula perusahaan ritel besar yang memanfaatkan situs jual beli O2O ini, seperti Matahari, Alfamart, dan Indomaret. Pelanggan dapat memesan dan membeli produk secara online melalui situs penjual. Lalu, barang dapat diambil sendiri atau diantar dari toko fisik ritel terdekat. Bahkan, dapat pula menukar barang jika ada kesalahan.

Anda sekarang sudah memahami bahwa bentuk jual beli online itu beragam. Tentu ini tidak lepas dari banyaknya kebutuhan masyarakat yang perlu difasilitasi oleh para pebisnis dan produsen. Maraknya perdagangan online ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi digital, yang pada akhirnya juga menciptakan lapangan pekerjaan dan menumbuhkan kesetaraan sosial masyarakat Indonesia.

Situs Jual Beli Mobil

Setelah mengenali apa saja jenis situs jual beli berdasarkan hubungan transaksional penjual dan pembeli, sekarang kita akan menyimak penjelasan mengenai jenis situs jual beli lainnya. Kini, tidak hanya barang saja yang bisa Anda beli online, jual beli mobil online pun cukup populer di Indonesia. Ini dia kumpulan situs yang patut Anda intip jika sedang mencari mobil atau motor.

Mobil123

Merupakan salah satu marketplace otomotif paling besar di Indonesia. Ratusan ribu listing kendaraan berbagai merek tersedia di sini. Berdiri tahun 2008, pada tahun 2012 ICar Asia mengakuisisi perusahaan ini dan mengembangkan Mobil123 sebagai jaringan otomotif online terbesar di kawasan ASEAN.

Carmudi

Hadir di Indonesia sejak tahun 2014, Rocket Internet membawa Carmudi dengan ‘hanya’ sekitar 4.000 listing kendaraan pada awal peluncuran. Kini, Carmudi telah tumbuh sebagai marketplace besar untuk pembelian mobil bekas atau baru. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan dealer lokal dan showroom mobil second. Carmud merupakan merek global dengan jaringan luas di beberapa negara Asia, antara lain Bangladesh, Filipina, dan Myanmar.

Oto.com

Berupa situs iklan baris yang dapat memudahkan Anda mencari kendaraan bermotor. Menyandang nama Carbay pada awal peluncuran Juni 2015, Oto.com memfasilitasi kebutuhan Anda dalam membandingkan beberapa jenis mobil yang masuk dalam daftar incaran, baik mobil baru maupun mobil bekas.

Baca juga:  Tips membuat toko online dengan Instagram Untuk Online Shop

RajaMobil

Versi daring dari perusahaan ritel showroom yang sudah berdiri lebih dulu, yakni dealer resmi Toyota, Plaza Toyota. Selain itu, RajaMobil juga memiliki listing kendaraan dari produsen lain, tidak hanya terbatas pada Toyota saja. Per September 2017, RajaMobil mengganti model platform yang ada dari iklan baris online ke marketplace bagi para salesman yang hendak menjual inventori miliknya.

Mobilkamu.com

Sebuah platform jual beli yang memungkinkan konsumen untuk menemukan mobil baru dengan cara paling efisien dan memperoleh harga terbaik. Beroperasi sejak Mei 2015, situs ini bermitra dengan showroom mobil berskala besar di Jakarta. Keuntungan yang Anda dapatkan saat menggunakan layanan Mobilkamu.com adalah bisa mendapat informasi detil pembelian mobil, mulai dari harga serta simulasi downpayment dan cicilian dari semua showroom dengan cepat. Anda tak perlu repot keliling showroom untuk hunting mobil.

Situs Jual Beli Rumah

Tidak hanya mobil, Anda juga dapat mencari rumah atau hunian impian melalui situs jual beli. Cara ini tentu lebih efektif daripada mulai hunting rumah dari nol. Setelah mengantungi daftar pendek rumah yang diinginkan, Anda tinggal survei ke lapangan sesuai daftar tersebut. Berikut situs-situs yang bisa Anda kunjungi.

Rumah.com

Salah satu portal properti paling besar di Indonesia, situs ini telah sukses menjaring lebih dari 10.000 agen properti dengan kisaran 330.000 listing properti. Diakusisi oleh Property Guru pada 2011, Rumah.com juga menawarkan forum diskusi dan informasi berita terkait properti.

99.co

Startup asal Singapura ini memberikan kesempatan pada agen-agen properti untuk mencantumkan daftar inventori apartemen atau rumah yang hendak disewakan maupun dijual. Tidak hanya mencari properti, pengguna juga dapat membandingkan harga dan mengatur janji temu dengan agen yang dipilih.

Lamudi

Startup besutan Rocket Internet mengklaim telah memiliki jaringan properti yang berada di 246 kota di seluruh Indonesia. Pengguna dapat menemukan listing properti menurut jenis, harga, kota, dan fasilitas yang diinginkan sesuai kebutuhan.

Rumah123

Hadir sejak tahun 2007, Rumah123 memiliki listing bermacam-macam properti di kota-kota besar Indonesia. Lalu, IPGA dari Malaysia mengakuisisi situs ini pada 2011. Ini membuat Rumah123 berhasil merambah pasar properti di luar Indonesia melalui fitur Rumah123 Internasional.

UrbanIndo

Beroperasi sejak 2011, startup ini membuat proses pencarian properti lebih mudah. Pengguna dapat langsung mencari di peta, dilengkapi informasi tentang lingkungan sekitar properti, rekomendasi properti terkait, dan analisis harga di daerah incaran.

Daftar Toko Online Resmi

Jika pada bagian sebelumnya Anda sudah mengenal beberapa situs jual beli mobil dan rumah teratas, maka berikut adalah daftar toko online resmi yang menjadi andalan masyarakat Indonesia1.

Tokopedia

Mengusung jargon Mulai Aja Dulu, Tokopedia merupakan situs belanja online dengan jumlah pengunjung terbanyak. Aktif beroperasi sejak 2009, startup unicorn asli Indonesia ini hadir dengan konsep marketplace. Terdapat 21 kategori produk yang diperjualbelikan, antara lain pakaian, kecantikan, rumah tangga, elektronik, komputer, dan mainan.

Bukalapak

Menyebut diri sebagai Jual-Beli Online Mudah dan Terpercaya, Bukalapak juga melejit sebagai startup unicorn Indonesia keempat setelah GO-JEK, Traveloka, dan Tokopedia. Berdiri sejak 2010, dengan konsep marketplace C2C, situs ini juga menjual berbagai produk, mulai dari gadget, kebutuhan anak, fashion pria dan wanita, hingga keperluan rumah tangga.

Shopee

Dikelola oleh SEA Group dari Singapura, Shopee dirilis kali pertama pada 2015. Masuk ke Indonesia pada Desember 2015, konsep marketplace C2C juga menjadi andalan situs ini. Layanan jual beli interaktif melalui fitur live chat, ragam sistem pembayaran, dan fitur “Koin Shopee” membuat situs ini segera merebut hati para penggemar belanja online.

Lazada

Menjadi bagian dari Lazada Group yang mendominasi e-commerce di kawasan Asia Tenggara, Lazada Indonesia hadir sejak 2012. Hadir dengan konsep B2C, pengguna Lazada pasti tak asing dengan berbagai promo menarik yang kerap diusung situs ini.

Blibli.com

Menawarkan konsep belanja online seperti mall, Blibli.com berusaha menarik perhatian masyarakat Indonesia yang senang pergi berbelanja ke mall. Di sini konsumen dapat mencari berbagai barang yang dibutuhkan tanpa perlu pindah platform. Satu situs jual beli untuk semua produk dengan ragam promo dan shopping deals menarik.

Jualan Online Paling Laris

Tentu Anda penasaran, apa saja sih produk yang paling dicari di situs jual beli? Dari sekian banyak produk, berikut 5 jualan online paling laris.

Produk kecantikan

Kehadiran para beauty influencer rupanya berpengaruh pada tingginya penjualan produk kecantikan secara online. Selain terinspirasi untuk memakai produk serupa, banyak pula konsumen yang memilih berbelanja produk ini secara online karena lebih praktis dan harganya lebih murah daripada gerai kosmetik di pusat perbelanjaan.

Gadget dan alat elektronik

Meski bernilai jual tinggi, gadget dan alat elektronik juga populer dalam jual beli online. Harga yang lebih murah menjadi alasan utama, selain jaminan kecepatan pengiriman dan kemudahan pembayaran. Garansi toko juga tetap berlaku untuk perangkat canggih ini, sehingga tidak menyulitkan pembeli di kemudian hari.

Fashion

Semua kalangan usia membutuhkan pakaian, tas, sepatu, dan aksesori lain. Itulah mengapa produk fashion termasuk yang paling laris dicari konsumen. Kesulitan untuk mencoba langsung atau memilih ukuran disiasati penjual dengan memberikan panduan ukuran produk tersebut.

Makanan

Makanan juga menjadi barang yang paling laris dicari dalam situs jual beli, terutama makanan kering. Pengemasan tepat dan pengiriman terjamin membuat konsumen tidak ragu untuk membeli berbagai bahan makanan, makanan ringan, makanan instan, hingga camilan impor secara online.

Peralatan rumah tangga

Produk berupa peralatan rumah tangga juga termasuk yang paling dicari. Tidak perlu repot hunting ke beberapa toko untuk menemukan barang incaran dengan harga murah. Cukup masuk ke situs jual beli, berbagai pilihan peralatan rumah tangga tersedia dan konsumen tinggal memilih mana yang paling dibutuhkan.

Mainan

Target market mainan bukan hanya orang tua yang membelikan untuk anak, tetapi juga orang dewasa. Biasanya, orang dewasa merupakan kolektor berbagai action figure atau mainan lain yang tergolong langka dan sulit diperoleh di Indonesia.

Demikian penjelasan mengenai serba-serbi situs jual beli di Indonesia yang perlu Anda ketahui. Dengan jumlah penduduk mencapai angka 266 juta jiwa, menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar potensial untuk belanja online. Hingga tahun 2018 saja, pembeli digital Indonesia berada pada jumlah 31,6 juta jiwa dan akan meningkat hingga 43,9 juta jiwa pada 2022. Jelas bahwa perekonomian digital telah menjadi salah satu pilar penting perekonomian Indonesia dan akan terus berkembang maju pada masa yang akan datang.

1 Katadata. “10 e-Commerce dengan Jumlah Pengunjung Terbanyak (TW III 2018).” https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/10/22/tokopedia-tetap-memimpin-jumlah-pengunjung-e-commerce-tw-iii-2018 (diakses 3 Desember 2018).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*