15 Peluang Kerja Sampingan yang Mendatangkan Penghasilan Besar

kerja sampingan

Tahukah Anda, harga barang kebutuhan pokok meningkat dari tahun ke tahun? Bahkan, inflasi sering terjadi di negeri ini. Akibatnya, penghasilan yang Anda miliki kerap tidak bisa mengimbangi pengeluaran sehari-hari.

Nah, solusi untuk menghadapi masalah tersebut, yakni mencari kerja sampingan. Dengan adanya teknologi, kini melakukan pekerjaan tersebut lebih mudah. Anda bisa menjalankan kapan pun di berbagai lokasi.

Apa saja pekerjaan sambilan yang bisa Anda lakukan? Berikut daftarnya.

  1. Penulis Lepas

Anda punya laptop dan keahlian merangkai kata? Menjadi penulis lepas merupakan pekerjaan yang tepat untuk Anda. Untuk menjalankan profesi ini, tidak perlu ke kantor. Cukup bermodal laptop dan koneksi internet.

Meski begitu, beberapa penulis lepas terikat kontrak dengan klien atau perusahaan tertentu yang membutuhkan jasanya. Jadi, komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan harus tetap ada supaya makin dipercaya.

Ada juga penulis lepas yang pekerjaannya benar-benar tidak terikat. Ia bisa menulis apa pun dan kapan pun. Semisal, penulis cerita pendek—sewaktu-waktu bisa mengirim tulisan ke media agar mendapatkan uang.

Lain halnya, bagi Anda yang ingin memperoleh penghasilan maksimal dari menulis. Pastinya, keterikatan dengan klien atau perusahaan menjadi prioritas.

Adapun jenis pekerjaan yang dilakukan antara lain, menulis artikel SEO di blog atau web dengan sejumlah bayaran, menjadi penulis buku untuk perusahaan nonprofit, dan menulis untuk branding perusahaan.

Selain itu, Anda juga bisa menjadi seorang copywriter yang tugasnya mempromosikan produk, tokoh, ide, web, atau layanan. Biasanya, gaji copywriting lebih tinggi daripada penulis artikel SEO atau buku.

Bagi Anda yang suka menulis fiksi, mesti menjajal profesi creative writer. Untuk menjadi creative writer, diperlukan imajinasi dan kreativitas tinggi. Contoh tulisan yang biasa dibuat, antara lain cerpen, novel, dan drama.

  1. Asisten Virtual

Baru-baru ini, profesi asisten virtual makin populer. Bahkan, ada sekitar 40 juta orang di Amerika yang memilih pekerjaan sebagai asisten virtual. Mereka melakukannya dari rumah, tanpa harus terikat jam kerja.

Lalu, apa sih, asisten virtual itu?

Secara sederhana, asisten virtual diartikan sebagai seseorang yang bertugas melayani satu orang atau perusahaan. Tugas mereka beragam; dari mulai memasukkan data, telemarketing sampai menjadi customer service.

Biasanya, asisten virtual dibayar per jam. Jumlah bayaran tergantung tingkat kesulitan pekerjaan atau spesialisasinya. Pun pekerjaan tersebut sesuai permintaan klien.

Untuk memudahkan pekerjaan sebagai asisten virtual, Anda memerlukan perangkat komputer dan koneksi internet. Selain itu, pastikan memiliki smartphone dan keahlian mengoperasikan Microsoft office.

Seorang asisten virtual pun harus mempunyai profesionalisme tinggi, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan konsistensi. Anda juga mesti mampu mengatur waktu dan mudah dihubungi.

  1. Akuntan Virtual

Profesi akuntan virtual mirip dengan asisten virtual. Namun, tugas akuntan virtual lebih spesifik—mengenai pembukuan dan pengelolaan keuangan. Karena itu, seorang akuntan harus mempunyai keahlian accounting.

Salah satu keahlian accounting yang harus Anda miliki adalah pembukuan dasar. Semisal, mengerti caranya mencatat transaksi keuangan, membuat neraca, dan menghitung pajak.

Hal yang tidak kalah penting adalah pengalaman kerja. Artinya, Anda harus mempunyai track record di bidang accounting. Untuk klien dari perusahaan besar, rekam jejak menjadi prioritas.

Mereka membutuhkan akuntan profesional sehingga tak perlu lagi mengajari dari awal. Agar cepat mendapatkan kepercayaan dari klien, Anda mesti mencantumkan rekam jejak di portofolio.

Buat portofolio yang menarik dan meyakinkan klien, bahwa Anda bisa menjadi akuntan terampil dan tangguh. Jangan lupa, sertakan surat rekomendasi dari tokoh supaya portofolio Anda makin sempurna.

  1. Admin Media Sosial

Baca juga:  Bisnis Online Tanpa Modal Uang Tunai? Inilah yang Harus Anda Persiapkan

Pernahkan Anda mendengar sebutan “Mimin” di sebuah grup Facebook? Panggilan tersebut umumnya ditujukan untuk admin media sosial. Ia bertugas membuat konten, mengunggah, serta merespons komentar.

Anda bisa menjalankan profesi sebagai admin media sosial profesional asalkan menguasai teknologi. Di samping itu, menjadi admin juga mesti mampu menghadapi followers, fans, atau netizen.

Ada juga admin media sosial yang khusus menangani masalah pemasaran atau disebut social media marketing. Tanggung jawabnya, antara lain merancang strategi marketing dan mengawasi pelaksanaannya.

  1. Les Privat

Anda seorang mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan mengajar? Kalau iya, berarti Anda bisa menjalankan profesi sebagai tentor les privat.

Jika ingin mudah mencari murid les, cobalah bergabung di lembaga bimbingan belajar. Di tempat tersebut, Anda akan mendapatkan gaji bulanan layaknya pekerja kantoran.

Sebaliknya, bagi Anda yang tidak ingin terikat, bisa membuka les sendiri di rumah. Untuk mempromosikan, cukup dengan menyebarkan brosur atau pamflet pembukaan les.

Mengenai bidang yang diajarkan, tak harus mata pelajaran seperti di pendidikan lembaga formal. Anda pun boleh memberikan les musik, tari, atau melukis. Biayanya bisa ditentukan sendiri, sesuai standar daerah.

Selain tentor les di dunia nyata, kini ada profesi tentor online. Untuk mendapatkan info lowongannya, Anda harus sering membuka situs penyedia online job.

Menjalankan profesi tentor les online cukup mudah. Anda hanya perlu modal smartphone canggih atau laptop yang terhubung internet. Di samping itu, harus menguasai platform atau software les online.

  1. Desainer Grafis

Percaya atau tidak, penghasilan desainer grafis freelance bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Untuk menjadi desainer grafis dengan gaji besar, Anda harus menguasai teknik coding dan desain dasar.

Pasalnya, banyak perusahaan startup yang menggunakan jasa desainer grafis untuk membuat website. Sebagian besar dari mereka menginginkan tampilan web menarik dan memiliki nilai jual.

Sebagai permulaan, desainer grafis mesti belajar teknik blogging. Dengan menguasai teknik ini, desainer grafis bisa mengetahui cara mendapatkan pengunjung web.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kemampuannya, desainer grafis harus memaksimalkan peran e-communicate. Alat untuk e-communicate selain website, antara lain Email dan Facebook Messenger.

Di samping membuat desain web, desainer grafis juga harus bisa membuka layanan pembuatan branding produk. Misalnya, membuat label, konsep kemasan produk, dan desain banner iklan online.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan klien dengan cepat?

Anda bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan pekerjaan sebagai desainer grafis. Tampilkan karya-karya yang pernah dibuat agar orang lain tertarik memakai jasa Anda.

Jangan lupa, imbangi juga dengan offline marketing. Minta testimoni klien yang pernah Anda tangani. Manfaatkan testimoni tersebut untuk memancing klien lain dengan mengunggahnya di media sosial.

  1. Digital Marketing specialist

Tugas utama digital marketing specialist adalah mengatur pemasaran dan branding online. Digital marketing specialist menggunakan media sosial, blog, e-books, mobile marketing, aplikasi, dan video sebagai sarananya.

Secara rinci, digital marketing specialist memiliki tugas-tugas sebagai berikut.

  • Memikirkan dan membuat konsep kampanye pemasaran dalam jaringan.

  • Membuat rancangan distribusi konten kampanye di media sosial.

  • Bertanggung jawab atas engangement pelanggan produk dan fans lewat konten yang sudah dibuat dan disebarkan di media sosial.

  • Meningkatkan dan memaksimalkan ranking web bisnis di mesin pencari, seperti Google dan Yahoo.

Kesimpulannya, Anda perlu mempelajari SEO, Google Adwords, dan social media marketing agar bisa menjadi digital marketer andal. Selain itu, miliki beberapa aset digital marketing, seperti brand dan akun media sosial.

  1. Penerjemah

Anda punya keahlian bahasa asing? Dengan kemampuan tersebut, Anda bisa menjadi penerjemah andal. Pekerjaan ini akan mendatangkan penghasilan mencapai jutaan rupiah setiap bulan.

Sebagai permulaan, cobalah mendaftar ke penerbit atau startup yang membutuhkan penerjemah freelance. Bangun kepercayaan dengan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya.

Jika sudah mumpuni, Anda bisa membuka jasa penerjemah mandiri. Jadi, Anda yang cari kliennya, membuat perjanjian kerja, dan mengerjakannya secara individu.

Soal jumlah bayaran yang diterima, tergantung klien Anda. Kalau klien berasal dari luar negeri, otomatis fee berupa mata uang asing. Sebaliknya, klien Indonesia tetap akan menggunakan rupiah untuk membayar Anda.

  1. Programmer

Anda suka mempejari hal baru dan ahli teknologi? Pekerjaan sampingan sebagai programmer cocok untuk Anda. Pasalnya, programmer dituntut untuk mampu menyempurnakan program komputer.

Programmer juga harus bisa merancang dan menulis program komputer. Karena itu, programmer mesti menguasai bahasa pemrograman, seperti Java Script, HTML, Visual Basic, dan PHP.

Supaya mendapatkan kepercayaan dari klien, pastikan Anda mampu bersikap loyal. Cobalah bertahan pada satu klien meskipun gajinya belum sesuai harapan.

Sikap profesional juga menentukan kualitas programmer. Artinya, Anda harus membuat klien menyukai Anda. Minimal, membuat klien tidak berpikir untuk memutuskan kerja sama.

Terakhir, upayakan membangun komunikasi yang baik dan solid dengan klien. Jika Anda berhalangan untuk menuntaskan pekerjaan saat itu, utarakan alasannya pada klien. Jujurlah terhadap apa yang menimpa Anda.

  1. Fotografer

Siapa bilang hobi tidak bisa jadi uang? Contohnya hobi fotografi; jika ditekuni, bisa menjadi profesi sampingan. Tentunya, Anda harus terus mengasah kemampuan fotografi supaya makin profesional.

Bidang fotografi cukup beragam; Anda dapat memilih yang sesuai. Misalnya, fotografi untuk jurnalistik, pesta pernikahan, portraiture, atau acara-acara kenegaraan.

Anda juga bisa membuat layanan cetak foto digital secara mandiri di rumah sebagai penghasilan. Jika ingin praktis, coba tawarkan jasa pada event organizer (EO). Biasanya, pemilik EO membutuhkan fotografer tambahan.

Namun ingat, tetap utamakan kualitas meski Anda bekerja untuk orang lain. Dengan begitu, orang akan memberikan kesan baik tentang jasa yang Anda berikan. Bahkan, tak segan menggunakan jasa Anda kembali.

Agar relasi bertambah, bergabung lah dengan komunitas fotografer. Untuk legalitas, Anda bisa masuk ke Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI). Lembaga ini memfasilitasi fotografer yang ingin mendapatkan sertifikat.

Untuk membuat sertifikat, Anda harus mengikuti ujian yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (LESKOFI). Bermodal sertifikat inilah, Anda lebih cepat mendapat klien.

  1. Jasa Antre atau Beli Makanan

Bagi sebagian orang, antre merupakan kegiatan membosankan. Antre dianggap mendatangkan masalah. Namun kini, permasalahan antre justru menjadi peluang kerja sambilan—mendatangkan penghasilan besar.

Profesi sebagai tukang antre dipelopori oleh seorang pemuda asal Texas bernama Desmond Roldan. Ia masih berumur 15 tahun. Berawal dari kebiasaannya mengamati orang, Desmond menciptakan pekerjaan baru.

Desmond mengincar orang-orang yang ingin membeli sesuatu, tetapi malas mengantre. Ia menawarkan jasa antre di kedai ternama untuk membelikan makanan atau minuman favorit mereka.

Hasilnya, Desmond mendapatkan bayaran cukup banyak. Setelah dikumpulkan, bayaran tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Hal yang dilakukan Desmond ini lantas ditiru oleh banyak orang di dunia.

Kini, profesi tukang antre makin populer. Apalagi sekarang ada platform untuk menunjang pekerjaan tersebut. Sebut saja, Go-Food, Go-Mart, dan Grab Food. Jadi, modalnya hanya kendaraan dan smartphone.

Anda pun bisa menjalankan pekerjaan tersebut kapan pun—tanpa terikat jam kerja. Asalkan memiliki kelengkapan kendaraan, mudah dihubungi, dan bisa dipercaya, pasti banyak klien yang menggunakan jasa Anda.

Kerennya lagi, sekarang sudah ada aplikasi layanan antre. Aplikasi tersebut menawarkan jasa antre makanan di restoran, antre kesehatan, serta salon. Ada juga jasa layanan pemerintah dan bank.

Cukup banyak bukan, fasilitas untuk memudahkan kerja Anda? Jadi, tak perlu malu untuk melakukan pekerjaan tukang antre selagi halal.

  1. Master of Ceremonies

Master of ceremony (MC) merupakan orang yang bertugas memandu sebuah acara. Seorang MC dituntut untuk menguasai komunikasi lisan, teknik vokal, dan pandai menghibur.

Bagi Anda yang memiliki kemampuan tersebut, bisa menjadikan profesi MC sebagai pekerjaan sambilan. Banyak artis atau selebriti sukses mengawali kariernya dari profesi MC freelance.

Mengenai jadwal kerja, Anda bisa mengatur sendiri. Biasanya, acara-acara yang melibatkan MC diselenggarakan akhir pekan. Jadi, cobalah meluangkan waktu untuk melakukan pekerjaan tersebut.

  1. Proofreader dan Editor Freelance

Anda orang yang teliti dan menguasai tata bahasa? Kriteria tersebut cocok untuk melakoni pekerjaan sebagai proofreader dan editor freelance. Jika belum memiliki jaringan, Anda bisa mendaftar di penerbitan buku.

Biasanya, penerbitan buku tertentu membuka lowongan untuk freelancer, termasuk editor dan proofreader. Apa saja tugas editor dan proofreader?

Kedua profesi tersebut memiliki persamaan tugas, yaitu memeriksa naskah. Bedanya, proofreader hanya membaca dan menyatakan naskah layak dipublikasikan, sedangkan editor harus mengedit tulisan.

Semua pekerjaan tersebut mereka lakukan secara online. Umumnya, media yang digunakan adalah Google Drive atau Drop Box. Menyoal pertemuan dengan klien, mereka memakai layanan messenger dan video call.

  1. Kerja Part Time di Restoran

Pekerjaan part time di restoran cocok untuk mahasiswa yang kuliah di luar kota. Pasalnya, banyak kafe atau restoran membuka lowongan kerja dengan sistem shift. Jadi, jam kerja bisa menyesuaikan jam kuliah.

Keuntungan lainnya, ketika liburan, Anda bisa mengambil double shift. Artinya, dalam satu hari, Anda bertugas dua kali jam kerja biasanya. Dengan begitu, penghasilan bertambah; pengalaman pun lebih banyak.

Beberapa profesi part time di restoran yang bisa dijalankan, antara lain kasir, pelayan, dan runner. Ada juga profesi usher, barista, dan koki. Selama bekerja, Anda harus menjaga kedisiplinan dan pelayanan.

  1. Membuat Evaluasi Iklan

Anda enggan melakukan pekerjaan sampingan yang menyita pikiran dan tenaga? Menjadi pembuat evaluasi iklan adalah solusinya. Hanya dengan menyusun kritik dan saran, Anda bisa mendapatkan US$ 5 setiap hari.

Agar mendapat pengakuan sebagai evaluator, Anda harus harus mendaftar menjadi social media evaluator. Setelah tercatat secara resmi, setiap hari akan ada sekitar 20 iklan yang masuk ke akun Anda.

Supaya memperoleh bayaran, Anda wajib menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan iklan. Rata-rata penghasilan untuk evaluator iklan sekitar US$ 150 per bulan. Cukup fantastis, bukan?

Demikian tadi ulasan seputar kerja sampingan yang bisa dilakukan saat luang. Setiap pekerjaan pasti ada risikonya; selagi berhati-hati, Anda pasti bisa menghindari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*