Pahami 5 Hal Ini sebelum Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

cek saldo bpjs

Sejak BPJS Ketenagakerjaan dinyatakan wajib bagi pekerja, pemerintah mulai membenahi sistem pelayanannya. Dari mulai pendaftaran, cek saldo BPJS, sampai dengan pembayaran tagihan.

Untuk layanan mengecek saldo BPJS, peserta tidak harus datang ke kantor BPJS. Kini, dengan adanya teknologi, mereka bisa mengetahui sisa yang dibayarkan melalui layar ponsel.

Namun, sebelum mengecek saldo, beberapa hal berikut ini harus diperhatikan. Apa saja? Simak pembahasannya, yuk.

1. Memastikan Diri Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Pendaftaran sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sekarang lebih cepat dan mudah dengan adanya sistem online. Calon peserta tidak harus pergi ke kantor pelayanan; cukup dari rumah lewat web resmi BPJS.

cek saldo bpjs

Lalu, siapa saja yang bisa mendaftar BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan membuka program bagi tenaga kerja dalam hubungan kerja dan di luar hubungan kerja. Syarat pendaftaran masing-masing tipe tenaga kerja berbeda, tetapi prosesnya sama.

Proses mengurus BPJS bagi tenaga kerja dalam hubungan kerja bisa dilakukan secara kolektif oleh pimpinan, instansi, lembaga, atau perusahaan yang memberi kerja. Jadi, tiap tenaga kerja hanya perlu menyerahkan KTP, KK, dan pas foto berwarna 2 x 3 cm.

Sementara yang disebut tenaga kerja dalam hubungan kerja, antara lain pekerja sektor nonmandiri, contohnya anggota POLRI, PNS, TNI, karyawan BUMN, BUMD, dan yayasan. Join venture, veteran, dan pensiunan pun termasuk kategori ini.

Di samping itu, ada tenaga kerja yang tergolong peserta di luar hubungan kerja, misalnya freelancer dan wirausaha. Agar bisa mendaftar BPJS Ketenagakerjaan, mereka harus memiliki wadah atau organisasi dengan anggota minimal 10 orang.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mencairkan Jamsostek secara Online?

Adapun langkah-langkah mendaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara online yakni sebagai berikut:

  • Mengumpulkan syarat-syarat berupa dokumen. Untuk kepesertaan tenaga kerja dalam hubungan kerja, harus memenuhi berkas salinan dan asli SIUP, NPWP, dan akta perdagangan. Jangan lupa, sertakan salinan dan asli KTP dan KK karyawan.

  • Jika yang mendaftar adalah tenaga kerja di luar hubungan kerja, lengkapi dokumen berupa surat izin usaha dari kelurahan, KTP dan KK pekerja, serta pas foto berwarna ukuran 2 x 3 cm.

  • Selanjutnya, silakan mengakses web resmi BPJS Ketenagakerjaan dengan alamat http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

  • Ketika memasuki halaman beranda, pilih menu “Daftarkan Saya” yang terletak di bagian atas tengah.

  • Setelah itu, muncul pilihan sebagai perusahaan, individu, dan pekerja migran (TKI). Klik salah satunya, maka layar akan menampilkan formulir online. Silakan mengisi sampai selesai.

2. Mempelajari Sistem BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan memiliki sistem mirip asuransi kesehatan. Tiap peserta bisa mendapatkan haknya sesuai jumlah pembayaran premi. Karena itu, mengetahui sistem BPJS penting bagi peserta supaya tidak salah memahami saldo yang tercatat di akunnya.

Pembayaran premi dari peserta dikelola dalam bentuk investasi. Keuntungan investasi tersebut diberikan kepada peserta sebagai bagian dari manfaat. Peserta bisa mencairkan manfaat jika memenuhi syarat program.

Program yang bisa diikuti peserta BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari empat macam, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hari tua, dan pensiun. Namun, peserta tidak bisa bergabung di semua program, kecuali pekerja penerima upah.

Hasil program dilaporkan setahun sekali melalui data cetak dari BPJS Ketenagakerjaan. Biasanya, langsung dikirimkan ke alamat peserta. Atau peserta dapat mengecek lewat aplikasi dan SMS.

Baca juga:  Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Terbaru dan Sistemnya

3. Melengkapi Nomor Telepon dan Alamat Email Valid

Sistem pengecekan saldo BPJS yang dilakukan secara online mengharuskan tiap peserta memiliki Email. Fungsi Email tidak hanya untuk mendaftar, tetapi juga verifikasi dan akses masuk ke layanan cek saldo.

Pahami 5 Hal Ini sebelum Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan 1

Selain Email, lengkapi juga nomor ponsel yang masih aktif. BPJS biasanya juga mengirimkan verifikasi lewat SMS, terutama saat peserta meminta cek saldo online. Jadi, pastikan nomor tersebut permanen untuk memudahkan pengiriman informasi dari BPJS.

4. Cek Validasi Akun di Web Resmi BPJS

Usai membuat akun di web BPJS Ketenagakerjaan, peserta harus memastikan validasinya. BPJS Ketenagakerjaan mengaktifkan akun pada hari ke-14 setelah peserta mendaftar. Jika belum aktif, peserta tidak bisa menggunakan layanan apa pun dari BPJS.

Untuk mengecek status akun, peserta bisa memanfaatkan layanan online, SMS, atau telepon hotline BPJS. Kalau ingin lewat layanan online, berikut langkah-langkahnya.

  • Peserta membuka situs web BPJS Ketenagakerjaan di alamat https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/.

  • Kemudian, masukkan nomor kartu BPJS yang berlaku dan mengisi data-data pribadi. Selanjutnya, klik opsi “Cek” untuk melihat informasi akun.

Bagi yang tidak memiliki akses internet, bisa menggunakan layanan SMS untuk mengecek keaktifan kartu BPJS. Caranya mudah, peserta tinggal ketik pesan singkat dengan format: NIK <spasi> NOKA <spasi> NIP. Kirimkan pesan tersebut ke nomor 08777-5500-400.

5. Peserta Sudah Menerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) BPJS biasanya diberikan paling lambat tujuh hari setelah peserta melunasi tagihan pertama. Setiap peserta wajib memiliki KPJ BPJS untuk melakukan pengecekan saldo secara online.

Lantas, bagaimana jika KPJ BPJS tiba-tiba rusak atau hilang?

KPJ BPJS berlaku seumur hidup; jika rusak atau hilang, peserta harus mengurus ulang. Tapi tenang saja, proses mengurus kartu tersebut cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya.

  • Peserta yang kartunya hilang, wajib membuat surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Sementara kartu rusak, hanya perlu membawa buktinya ke kantor BPJS.

  • Bawa surat keterangan kehilangan atau kartu rusak beserta salinan KPJ BPJS ke kantor pelayanan. Kalau tidak punya salinannya, pastikan mengingat detail nomor KPJ BPJS.

  • Untuk mempercepat proses pengurusan, mintalah surat pengantar dari Human Resource Development (HRD).

  • Setelah itu, serahkan seluruh dokumen ke petugas di kantor pelayanan BPJS. Jika berkas sudah lengkap, proses penggantian kartu tidak memakan waktu lama. Meski begitu, peserta harus tetap mengantre.

Baca juga:  Prosedur Klaim BPJS Kesehatan Gratis, Ini dia Caranya!

Jika peserta tidak bisa mengingat nomor KPJ BPJS yang hilang atau rusak, apa yang harus dilakukan?

Pertama, cobalah menghubungi bagian HRD perusahaan. Biasanya, mereka menyimpan data karyawan penerima KPJ BPJS. Cara kedua, hubungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan nomor KPJ.

Sebelum memberikan nomor, pihak BPJS meminta bukti identitas diri. Dari mulai KTP, KK, data ibu kandung, serta biodata pribadi peserta. Jika datanya cocok, petugas bisa menemukan nomor KPJ BPJS peserta dengan mudah.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan peserta sebelum cek saldo BPJS Ketenagakerjaan. Memiliki BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sebuah kewajiban, tetapi juga kebutuhan bagi pekerja di Indonesia. Dengan jaminan sosial tersebut, pekerja tak perlu khawatir soal finansial jika terjadi sesuatu pada dirinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*