7 Cara Menghemat Keuangan Rumah Tangga

cara menghemat keuangan

Sebagai critical economic players, para ibu rumah tangga harus mampu menemukan cara menghemat keuangan yang tepat. Pasalnya, setiap kebijakan mereka dalam hal finansial, memengaruhi kesejahteraan keluarga di masa depan.

Prinsip meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan menghemat keuangan biasa dilakukan oleh wanita Jepang. Penghasilan mereka tidak seberapa besar, tetapi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menabung.

Apa sih, rahasianya? Jika penasaran, simak tips-tips menghemat keuangan berikut ini, yuk.

  1. Mulailah dengan Menghemat Listrik

Salah satu pengeluaran rumah tangga yang terbesar berasal dari konsumsi listrik sehari-hari. Peningkatan biaya listrik biasanya dipicu oleh pemakaian barang elektronik. Makin banyak barangnya, pengeluaran bulanan bisa membengkak.

Untuk mencegah pembengkakan biaya, pilihlah produk hemat energi. Kemudian, gunakan listrik seperlunya. Semisal, dengan mematikan lampu saat bepergian, tidak menghidupkan TV terlalu lama, serta menghemat pemakaian air.

Selain itu, jangan lupa mencabut kabel yang menancap pada stopkontak sebelum keluar rumah. Kalau kabelnya tidak dicabut, listrik tetap mengalir ke benda elektronik. Akibatnya, tagihan listrik meningkat meskipun peralatan tersebut tidak digunakan.

  1. Menerapkan Money Organizer

Baru gajian seminggu, tetapi sudah ludes? Pasti, ada yang salah dengan cara manajemen keuangannya. Ibu rumah tangga di Jepang mengatasi masalah tersebut menggunakan money organizer.

Money organizer merupakan upaya mengelompokkan dana berdasarkan kebutuhan. Jadi, terlebih dahulu, ibu rumah tangga harus memastikan gaji yang diterima dalam bentuk tunai. Lalu, pisahkan uang tunai ke dalam amplop dengan jumlah nominal berbeda.

Baca juga:  Tabungan Untuk Biaya Pernikahan? Buat Perencanaan Saat Ini Juga!

Masing-masing amplop diberi tulisan kebutuhan bulanan. Dari mulai konsumsi sehari-hari, transportasi, uang saku anak-anak, sampai daftar barang yang ingin dibeli. Jangan lupa, sisihkan untuk investasi atau tabungan.

Jika takut uang tersebut habis sebelum waktunya, cobalah membagi berdasarkan tanggal. Artinya, ibu rumah tangga harus menyiapkan 31 lembar amplop kosong. Tiap amplop dituliskan tanggal 1—31 di bulan tersebut.

Pastikan semua amplop terisi—sesuai kebutuhan di tanggal itu. Untuk mengurangi risiko penggunaan di luar anggaran, beri perekat di tiap amplop. Upayakan membuka amplop di tanggal yang telah ditentukan.

  1. Memilih Pasar Tradisional sebagai Tempat Belanja

Belakangan ini, pertumbuhan minimarket modern di Indonesia makin pesat. Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, banyak orang memilih belanja di sana. Padahal, harga barang-barangnya lebih mahal daripada di pasar tradisional.

Sebagai contoh, Desember 2015 lalu, harga kentang per kilogram di pasar tradisional sekitar Rp11.727. Masuk ke supermarket, harganya menjadi Rp13.950—14.000 per kilogram. Selisih harganya cukup jauh, bukan?

Jadi, bagi ibu rumah tangga yang ingin menghemat pengeluaran, lebih baik belanja di pasar tradisional. Selain murah, pun bisa menawar harga—sesuai kesepakatan dengan pedagang.

  1. Buat Rencana Belanja dan Catat Pengeluaran

Daftar belanja penting untuk mencegah pemborosan saat berbelanja di pasar tradisional. Buat rinciannya secara lengkap; bawa uang sesuai kebutuhan tersebut. Tak perlu khawatir ada pembengkakan biaya karena harga barang di pasar cenderung stabil.

Setelah selesai berbelanja, pastikan meminta nota pembelian. Kumpulkan nota; salin daftar barang plus total belanja di buku khusus. Catatan tersebut bisa dijadikan acuan untuk rencana keuangan bulan depan.

  1. Bandingkan Harga; Abaikan Merek

Baca juga:  13 Cara Mengatur Keuangan bagi First Jobber

Tips kelima: ibu rumah tangga harus bisa membandingkan harga antara barang A dengan barang B, C, D, dan seterusnya. Semisal, Anda ingin membeli makanan sumber protein. Jika tak sanggup membeli daging sapi, gantilah menggunakan daging ayam.

Contoh lainnya, Anda membutuhkan lemari es dan kipas angin. Ada dua merek, salah satunya brand ternama yang memiliki harga mahal. Satu lagi tak bermerek, tetapi murah dan berkualitas. Untuk menghemat keuangan, pilihlah barang kedua.

Di samping itu, jangan ragu memanfaatkan diskon dan promo. Siapa tahu, barang yang dibutuhkan bisa dibeli dengan harga lebih murah dari biasanya.

  1. Cara Menghemat Keuangan dengan Mengontrol Pengeluaran

Keinginan selalu ada setiap kali uang berada dalam genggaman. Meski begitu, cobalah untuk mengendalikan uang dengan mengontrol pengeluaran. Bagaimana caranya?

Cobalah menyusun skala prioritas, mulai dari yang penting dan mendesak sampai tidak penting. Kemudian, kurangi pengeluaran bersifat hiburan, seperti langganan koran dan TV kabel.

Sebagai pengganti koran, gunakan aplikasi berita digital melalui smartphone. Untuk TV kabel, Anda bisa menukarnya dengan YouTube, VIU, atau HOOQ.

Hati-hati juga dengan pengeluaran yang menggunakan kartu kredit. Bagi sebagian orang, kartu kredit bisa membantu meringankan pembelian barang. Di sisi lain, kartu kredit dapat menjerumuskan pada kebiasaan boros saat belanja.

Kartu kredit kerap membuka peluang untuk membeli barang yang tidak penting. Semisal, saat di mal, Anda melihat promo baju. Meski uang tunai sudah habis, baju itu tetap terbeli menggunakan kartu kredit.

Baca juga:  Cara Mengatur Keuangan Keluarga Secara Efektif

Mengenai kartu kredit, T.Havy Eker—pengusaha asal Amerika—pernah memperingatkan masyarakat tentang bahayanya. Ia menyarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit saat belum mampu mengelola keuangan. Pasalnya, kartu kredit menjadi sumber utang.

  1. Menyimpan Uang Koin

Ingatkah Anda pada pasangan suami istri yang membeli motor Ninja menggunakan uang receh? Jumlah uang koin tersebut mencapai Rp42 juta. Mereka mengumpulkan koin dari sisa belanja dan transaksi dengan pelanggan dagangannya.

Hal serupa juga terjadi pada warga Sleman yang membeli motor trail memakai uang receh senilai Rp32 juta. Tentu saja, untuk mengumpulkan uang koin tersebut, butuh waktu lama. Namun, siapa sangka, kesabarannya selama berbulan-bulan bisa berbuah manis.

Kesimpulannya, jangan remehkan uang receh meskipun hanya Rp200 atau Rp500. Jika mampu mengumpulkan dua koin Rp500 saja setiap hari, dalam sebulan bisa mencapai Rp30.000. Lumayan, bukan? Minimal bisa untuk menambah uang jajan anak-anak.

Itulah artikel seputar cara menghemat keuangan rumah tangga yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun peran terbesar dalam mengatur keuangan dipegang ibu rumah tangga, seorang suami harus ikut mendukungnya.

Minimal, suami berupaya mengendalikan pengeluaran yang sifatnya merugikan dan tidak penting. Semisal, dengan mengurangi konsumsi rokok atau hangout bersama teman-teman. Demikian, semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*