Bagaimana Cara Mencairkan Jamsostek secara Online?

cara mencairkan jamsostek

Jamsostek —sekarang BPJS Ketenagakerjaan— merupakan jaminan finansial dan sosial yang diberikan oleh perusahaan atau instansi bagi karyawannya. Dulu, cara mencairkan Jamsostek harus dilakukan di kantor penyelenggara.

Namun kini, BPJS Ketenagakerjaan beralih ke sistem online untuk memudahkan peserta ketika membutuhkan dana darurat. Selain itu, untuk mengklaim dana, peserta tidak perlu menunggu masa pensiun atau 10 tahun kepesertaan.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2015, saldo Jaminan Hari Tua boleh diambil mulai dari 10 persen. Syaratnya, peserta harus dalam kondisi sedang tidak bekerja.

Mengapa Harus Menggunakan Klaim Elektronik?

Dibandingkan sistem pencairan manual, e-klaim jelas lebih menguntungkan. Pertama, proses e-klaim bisa dilakukan dari berbagai tempat, termasuk rumah. Asalkan Anda memiliki perangkat gadget yang terhubung internet.

Jika tidak punya perangkat gadget, Anda bisa memanfaatkan fasilitas warnet. Pengiriman dokumen pun dapat dikerjakan dari tempat tersebut.

Anda tak harus memindai dokumen untuk mengunggahnya ke formulir di web BPJS Ketenagakerjaan. Cukup difoto menggunakan kamera ponsel pintar beresolusi maksimal. Ukuran file foto minimal 100 Kb, sedangkan maksimalnya 1,8 Mb.

Selain itu, proses e-klaim juga berlangsung cepat. Anda tidak perlu antre atau berebut nomor tunggu. Tahapan-tahapan e-klaim bisa diselesaikan hanya dalam beberapa menit.

Cara Mencairkan Jamsostek secara Online

Bagi Anda yang tertarik mencairkan Jamsostek secara online, berikut langkah-langkah yang harus diikuti.

  1. Melengkapi Formulir Online di Situs BPJS Ketenagakerjaan

Anda sudah memiliki akun aktif di BPJS Ketenagakerjaan? Kini saatnya melakukan pendaftaran e-klaim. Buka situs https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/ untuk melengkapi formulir e-klaim.

Baca juga:  Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Sebesar 10%, 30% Dan 100%

Nantinya, Anda akan diminta untuk mengisi nomor e-KTP, nama lengkap, tanggal lahir, nomor KPJ, dan alasan klaim. Di samping itu, isi juga kolom nomor ponsel dan Email agar bisa menerima kode verifikasi.

Setelah mengeklik tab “Proses” pada isian data diri, sistem akan mengarahkan Anda ke halaman pemilihan kantor cabang BPJS. Pastikan memilih kantor terdekat dari tempat tinggal.

  1. Masukkan Kode PIN Verifikasi dengan Benar

Kode verifikasi berfungsi sebagai pengaman akun BPJS Ketenagakerjaan milik peserta. Dengan mengirimkan kode ke Email atau ponsel peserta, pihak BPJS telah mengantisipasi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak punya kepentingan.

Kode verifikasi dikirimkan hanya dalam waktu beberapa detik ke surat elektronik dan SMS. Jika proses pengiriman gagal, biasanya sistem akan mengulang. Atau bisa juga melalui panggilan telepon.

Saat kode sudah masuk ke Email atau ponsel, segera ketik setiap unsur kodenya secara tepat di kolom yang tersedia. Pasalnya, kesalahan dalam pengisian bisa menyebabkan proses gagal atau mengulang.

Usai memasukkan kode verifikasi, sistem otomatis mengarah ke halaman formulir lanjutan. Isi formulir tersebut meliputi nomor rekening dan data diri.

  1. Melengkapi Nomor Rekening dan Data Diri

Karena diproses secara online, nomor rekening yang Anda masukkan harus benar. Pastikan, tidak ada pengurangan satu angka pun. Hal ini untuk mencegah dana Anda menyasar ke nomor rekening orang lain.

Nah, kolom nomor rekening tersebut muncul jika Anda sudah log in. Nantinya, di tampilan terlihat juga kolom isian data diri.

  1. Mengunggah Dokumen di Formulir Klaim

Baca juga:  Cara Sederhana Memilih Asuransi Mobil Pribadi Secara Selektif

Di bawah kolom isian rekening bank dan jenis klaim, Anda akan melihat beberapa baris kotak berisi kelengkapan administrasi. Di tempat inilah, dokumen harus diunggah. Akan lebih baik jika dokumen tersebut dalam bentuk scan.

Berikut ini daftar dokumen yang harus diunggah ke formulir pendaftaran.

  • Salinan dan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP).

  • Salinan dan asli kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.

  • Salinan dan asli Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.

  • Salinan dan asli paklaring (surat keterangan berhenti bekerja) dari perusahaan terakhir tempat Anda bekerja.

  • Salinan dan asli buku tabungan bank atas nama pribadi.

Menyoal surat keterangan berhenti kerja, Anda bisa meminta ke pimpinan atau manajer HRD. Masalahnya, beberapa perusahaan tidak mau bekerja sama dengan memberikan paklaring kepada mantan karyawan.

Dalam kondisi perusahaan sudah tutup atau bangkrut pun menyulitkan peserta untuk meminta paklaring. Solusinya, Anda harus membuat surat keterangan sendiri melalui kantor dinas tenaga kerja.

Kantor dinas tersebut harus berada satu kawasan dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Upayakan data dan tanggal yang tercatat sesuai dengan data di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Jika ada perbedaan data, pihak BPJS Ketenagakerjaan akan menolak klaim yang Anda ajukan. Kalau sudah demikian, Anda harus mengurus pencairan dari awal dan membuat ulang paklaring.

Kembali lagi pada persoalan mengunggah dokumen; format dokumen harus berbentuk PDF atau gambar. Untuk format gambar yang diperkenankan, yaitu .jpeg, .jpg, .png, .bmp. Sekali lagi, perhatikan minimal dan maksimal ukuran supaya bisa diunggah.

  1. Tunggu Konfirmasi Persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan

Baca juga:  Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Terbaru dan Sistemnya

Tahap terakhir, pihak BPJS Ketenagakerjaan akan mengirim konfirmasi ke Email Anda. konfirmasi tersebut menandakan proses pengisian formulir berhasil direkam. Selanjutnya, Anda hanya perlu menunggu persetujuan.

Proses pengiriman konfirmasi persetujuan biasanya memerlukan waktu 1 x 24 jam. Setelah Anda menerima pemberitahuan lewat Email, salin datanya ke Word atau langsung cetak menggunakan printer.

Usai tercetak di kertas, buatlah salinan dokumen dari Email pemberitahuan. Anda harus membawa asli dan salinan dokumen ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Namun, Anda harus datang sesuai jadwal. Pasalnya, pihak BPJS Ketenagakerjaan hanya melayani peserta yang tertera di jadwal.

  1. Proses Pencairan Dana di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Seperti yang dijelaskan pada poin lima, Anda mesti datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mengurus transfer saldo. Meski proses online sudah disetujui, transfer saldo harus tetap dilakukan secara offline.

Selain membawa berkas dari Email pemberitahuan, Anda juga harus menyertakan dokumen identitas diri dan KPJ BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya, petugas BPJS akan memanggil nama Anda sesuai urutan pendaftaran.

Setelah proses pengurusan transfer saldo selesai, petugas akan memberitahukan waktu pencairan uang ke rekening. Umumnya, dana tersebut masuk ke rekening peserta dalam waktu 10 hari kerja.

Demikian beberapa cara mencairkan Jamsostek melalui web resmi BPJS Ketenagakerjaan. Tidak ada kerugian bagi karyawan yang memiliki Jamsostek; fasilitasnya lengkap dan prosesnya mudah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*